PT. Tunggal Mahakarya Dewata

Contact: +62 819-9992-7239

Stainless Steel

Stainless steel atau juga disebut baja nirkarat merupakan bahan material yang memiliki banyak manfaat dalam berbagai bidang industri, stainless steel merupakan perpaduan antara besi dan karbon yang terjadi dalam proses dua tahap. 

Tahap pertama scrap dan ferro alloy yang mempunyai kandungan karbon yang tinggi dilelehkan melalui sistem Electic Arc Furnace. Kemudian lelehan tersebut diproses dengan alat Argon Oxygen Decarbuzier untuk hasil yang lebih sempurna.

 Setelah tahap ini karbon dan kotoran lainnya akan hilang. Stainless steel memiliki kandungan kromium (Cr) sebesar 12% ditambah paduan lain seperti nikel (Ni) yang bermanfaat untuk mencegah terjadinya karat.

Sejarah Stainless Steel

Allegheny Ludlum menjadi produsen utama baja nirkarat pertama. Namun, bukan mereka yang menemukan logam stainless steel. Tahun 1904, Leon Guillet seorang enginer dari Prancis membuat paduan dalam beberapa penelitiannya yang sekarang dikenal sebagai stainless steel, tetapi masih ada beberapa kelemahan. 

Pada 1912, Harry Brearly sedang mengerjakan sebuah proyek untuk memperbaiki senapan laras panjang. Dia secara tidak sengaja menemukan bahwa menambahkan kromium ke baja karbon rendah memberikan kualitas tahan noda.

Brearley mulai menguji penambahan kromium ke baja dan dari hasil percobaan ini ia menerima penambahan kromium hingga 12-14% sehingga baja bisa tahan terhadap korosi. Pada 13 Agustus 1913, baja tahan karat pertama diproduksi di laboratorium Brown Firth, Inggris dan pada 1916 Brearley menerima paten untuk penemuan ini di Amerika dan beberapa negara di Eropa.

 Seiring perkembangan zaman, stainless steel mengalami beberapa perubahan dan penambahan bahan seperti baja tahan karat modern juga dapat mengandung unsur lain. Hal-hal seperti nikel, niobium, molibdenum, dan titanium lebih meningkatkan ketahanan korosi baja tahan karat.

Fakta Menarik dari Stainless Steel

Kuat dan Tahan cuaca

Stainless steel memiliki keunggulan yaitu tahan akan berbagai cuaca. Hal ini dikarenakan adanya tambahan minimal 13% (dari berat) Krom. Krom membentuk sebuah lapisan tidak aktif , Kromium (III) Oksida (Cr2O3) ketika bertemu Oksigen. Berkat sifatnya yang kuat, stainless steel cocok untuk material yang melengkapi fungsi dan keindahan rumah, misalnya pegangan pintu, railing tangga pagar dan balkon, rangka carport, dan rangka kanopi.

Artistik

Warnanya yang metalik dan materialnya bisa dibentuk merupakan kelebihan material stainless steel sehingga menjadi pilihan untuk dibuat sebagai benda seni, misalnya pigura, patung, dan artwork. Hadirnya teknologi laser cutting memungkinkan stainless steel diolah menjadi benda-benda seni atau furnitur bermotif floral, geometris, atau abstrak.

Anti Korosi

Keunggulan utama dari stainless steel adalah tahan korosi. Ketahanan karat dari baja stainless karena kandungan kromium yang tinggi. Stainless steel memiliki lapisan oksida yang stabil di permukaannya dan karena itu tahan terhadap pengaruh oksigen. Lapisan oksida ini bersifat penyembuhan sendiri dan tetap utuh meskipun permukaan benda terpotong atau rusak.

Sumber: kreasimuda.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *